Minggu, 07 Agustus 2016

Jangan Kuatir...Lagi...

Ibadah Minggu GKI Bromo

Matius 6
(25) "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

 

Bisa jadi dalam hidup kita, ada kesulitan dan kesesakan yang amat sangat karena berada di bawah tekanan. Saat hal tersebut kita alami, pasti ada ketakutan dan kekuatiran.

Pada Hakim-hakim pasal 6, Gideon ketakutan sampai bersembunyi. Bukan Cuma Gideon yang ketakutan, tapi seluruh bangsa Israel karena mereka sedang dotindas oleh bangsa Midian. Bangsa Israel sampai harus lari ke pegunungan karena penindasan tersebut. Hal ini dikarenakan bangsa Israel telah melakukan apa yang jahat di mata Allah.

Ketakutan muncul karena:
Menghadapi masalah besar
Merasa tidak bebas, tidak bisa melakukan apa-apa
Merasa minder dan tidak berdaya

Penjara yang paling menakutkan adalah hati kita. Takut akan berbagai hal. Takut menderita, takut kalah, takut miskin, dan takut menghadapi kehidupan. Semakin takut diri kita, semakin urgent keinginan kita untuk melampiaskannya terhadap orang lain atau hal lain. Ujungnya, kita jadi mudah menghakimi orang lain.

Tidak jarang, ketika sudah lelah memghadapinya, orang cenderung lari dan melupakan apa yang ada di belakangnya. F.E.A.R = Forget Everything And Run

Namun, ada pula yang memilih untuk
F.E.A.R = Face Everything And Rise
Sebenarnya dalam setiap ciptaan, sudah ada mekanisme untuk bergerak ketika sedang menghadapi ketakutan. Binatang dan manusia memilikinya.

Yang manakah yang akan kita pilih?
Memilih yang pertama, forget everything and run, terlihat enak di depan. Instan. Segera pergi, segera jauh dari sumber ketakutan. Tapi untuk beberapa jenis rasa ketakutan, pergi ke manapun kita, rasa takut itu tidak hilang bahkan malah lebih besar.

Kalaupun pada kasus dimana ketika pergi jauh ketakutan terasa hilang, namun itu sebenarnya tidak hilang, tapi hanya teralihkan oleh hal-hal baru yang ada di depan kita. Sumber ketakutan belum hilang. Pada akhirnya, sumber ketakutan ini akan menjadi lebih besar, lebih menakutkan, dan makin memburuk.

Di sisi lain, pilihan kedua, face everything and rise, tampak bukan hal yang menyenangkan. Siapa sih yang di tengah ketakutannya, punya energi dan rasa percaya diri untuk menghadapi ketakutannya, masalah besarnya. Walaupun sesungguhnya, menghadapi ketakutan itu memiliki dampak yang positif. Menghadapi ketakutan memungkinkan kita untuk melihat lebih dekat ketakutan kita, sehingga kita bisa memahami ketakutan demgan lebih naik, mencari penyebab ketakutan itu, dan bisa mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Tapi masalahnya ya di itu tadi, yang namanya takut ya takut, lari..

Bagaimanapun juga, suka atau tidak suka, kita harus menghadapi ketakutan kita untuk bisa menyelesaikannya. Lari tidak akan menyelesaikan, malah justru menumpuk ketakutan menjadi lebih besar lagi. Kalau di saat ketakutan muncul kita tak bisa apa-apa dan terpaksa harus lari, boleh lah lari dulu. Kita dibekali akal budi untuk menimbang, jangan sampai ngotot menghadapi secara langsung, tanpa persiapan dan kemampuan, justru kita malah hancur dimakan ketakutan itu. Namun itu tak boleh berlanjut. Segera sadar dan cari amunisi untuk melawan ketakutan.

Hadapi dengan harapan dari Tuhan. Kita tak mungkin menghadapi ketakutan kita dengan kekuatan kita sendiri. Butuh campur tangan dari pihak lain. Apapun hasilnya nanti, menghadapi ketakutan jauh lebih baik dari melarikan diri.

Kamis, 04 Agustus 2016

God's Gifts

Our Daily Journey hari keempat, 4 Agustus 2016, mengingatkanku kembali tentang betapa aku harus bersyukur atas apa yang sudah Tuhan beri.

Sudah dari dulu aku tahu jika pemberian Allah bagiku setiap hari tidak terhitung banyaknya. Mulai dari bangun pagi dan aku masih bernapas, itu adalah pemberian terbaik yang kurasakan. Ya jujur sih, seringkali aku lupa itu. Bangun pagi langsung kepikiran kerjaan, bersih-bersih rumah, siapin persiapan anakku sekolah, dan masih banyak lagi yang membuatku lupa bahwa ada yang harus ku syukuri tiap pagi.

Aku senang karena membaca ODJ kemarin, aku diingatkan lagi untuk bersyukur akan hal-hal yang tak kentara tersebut. Mungkin orang akan berpikir jika lumrah saja bila kita lupa bersyukur untuk napas yang masih mengalir tiap pagi, toh itu hal yang biasa. Tapi buatku sekarang, aku gak boleh berpikir seperti itu. Semua ini anugrah Ilahi, dan aku harus serius mensyukurinya.

Parahnya lagi, terkadang aku lupa bersyukur bahkan untuk hal-hal yang tergolong besar. Katakanlah soal pekerjaan atau rumah. Seringkali saat Tuhan menolongku mengatasinya, aku lupa bahwa Kristus turut bekerja. Yang aku ingat adalah betapa hebatnya aku bisa menyelesaikan tuntutan kerjaan..atau bisa dapet uang buat ngurusin rumah. Yah,, kalau dipikir-pikir, picik sekali aku mengakui kekuatanku padahal sebenarnya itu pekerjaan Kristus, pemberianNya bagiku.

Kuharap mulai detik ini aku tidak lagi lupa untuk bersyukur. Aku akan terus doakan diriku agar tetap mengucap syukur tanpa lupa lagi. Terima kasih Tuhan sudah ingatkan aku, lagi untuk kesekian kalinya, agar selalu mensyukuri semua pemberianmu.

Rabu, 03 Agustus 2016

Praise Him!

Pagi ini, merenungkan Mazmur 117:1-2 kembali memberikan tamparan yang cukup keras buatku.

Sudah lama aku tidak menaikkan pujian disela-sela kegiatan dan pekerjaan sehari-hariku.
Baru saja kemarin aku tersadar bahwa aku terlalu jauh tersesat. Hampir-hampir tak pernah lagi menyanyikan lagu rohani. Jangankan menyanyi, memutar mp3 nya pun tidak. Rupanya JC ingatkan lagi pentingnya memuji.

Our Daily Journey (ODJ) hari ketiga ini, 03 Agustus 2016, berbica tentang pentingnya memberikan pujian bagi Dia yang layak dipuji dan disembah.

Jika saja aku mau meluangkan waktu untuk mencatat hak-hal yang patut disyukuri sepanjang hari, tentu aku akan menyadari begitu banyak kasih karunia yang telah JC berikan.
MemujiNya hanya sebagian kecil dari perwujudan rasa terima kasih atas apa yang telah JC berikan. Tak seharusnya aku melupakan pujian di tiap helaan nafasku.

Dua hari ini, akhirnya aku mulai kembali memutar mp3 lagu-lagu rohani..pujian-pujian bagi Kristus. Ada semangat baru saat aku mendengar lirik demi lirik yang kuputar. Perlahan aku akhirnya sadar, terlebih setelah membaca ODJ hari ini, pujian-pujian itu memberikan semangat positif!

Mungkin bukan maksud Allah menginginkan aku😜 memujiNya hanya untuk kepuasanNya semata. Namun pastilah Ia tahu bahwa dengan bernapaskan pujian, umatNya memperoleh semangat untuk berdiri tegak, menghadapi berbagai kemungkinan masalah di depannya.

Culas sekali jika aku Cuma beranggapan bahwa Allahku adalah Allah yang gila pujian. Meski memujiNya adalah salah satu perwujudan terima kasihku, namun ternyata melalui pujian pula Allah menguatkanku nada demi nada.

Minggu, 12 Oktober 2014

Reformasi Hidup dalam Iman

Markus 9 :1-29

Markus 9:29
Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."

Dalam kehidupan rohani,  jatuh cinta pada Tuhan itu mudah,  namun yang sulit adalah membangun cinta.

Kenapa Tuhan menganalogikan iman seperti biji sesawi?

Esensinya adalah biji itu adalah biji yang bisa ditanam dan menjadi naungan bagi lainnya. 
Yesus ingin iman kita menjadi pokok yang selalu bertumbuh menjadi semakin besar dan berbuah.

Iman yang tumbuh tidak hanya sekedar yang kita akui namun juga menjadi dinamis dan mewarnai hidup kita.

Jangan sampai terjebak iman intelektual membodohi kita. Iman intelektual adalah iman yang berasal dari gereja.

Iman yang spiritual adalah iman yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Berhati-hatilah jangan menjadi orang yan hanya beriman intelektual, tapitap juga memiliki iman yang spiritual.

Iman bukan tentang diri kita saja. Tapi lebih terang relasi kita dengan Tuhan dan sesama kita.

Fondasi kekristenan:

Intim dengan JC
Melayani
Arahkan hidup pada Tuhan
Nyatakan kemuliaan Tuhan melalui hidup kita.

Selasa, 08 Oktober 2013

Warisan Bagi Generasi

Ibadah minggu GBI BETLEHEM
6 Oktober 2013
09:45

Amsal 13:22 
"Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar."

Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya.

Warisan seringkali diartikan harta kekayaan yang bersifat duniawi.
Namun warisan jangan dipersempit sebatas itu saja, warisan bisa berupa ilmu, gaya hidup, etika, dan bisa berbentuk apapun.

Warisan sangatlah penting sebab hidup kita ada karena warisan masa lalu. Warisan dari generasi yang ada sebelum kita. Itu sebabnya apa yang kita tinggalkan nanti akan menjadi warisan bagi generasi yang akan datang. Mari kita tinggalkan warisan yang baik, benar, dan besar.

Warisan seperti apa itu?

Alkitab menjelaskan:
1.  Iman

2 Timotius 1:5 
"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu."

Iman adalah yang paling penting untuk diwariskan pada generasi setelah kita. Mengerjakan dan memelihara iman akan menjaga kemurnian iman untuk diwariskan pada generasi setelah kita. 

2. Hidup dalam kebenaran.

3 Yohanes 1:4
"Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. "

Hidup dalam kebenaran adalah buah dari iman. Tanpa adanya warisan pertama berupa iman, maka sangatlah sulit bagi generasi selanjutnya untuk menerima warisan hidup benar ini.

3. Keteladanan

1 Petrus 2:21
"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya."

Satu ons saja keteladanan, jauh lebih baik daripada puluhan kilo perkataan. Keteladanan lebih kuat daripada perkataan.
Lalu keteladanan dalam hal apa? Dalam hal :
- tantangan dalam hidup. Bagaimana respon kita terhadap tantangan hidup, akam menjadi model bagi orang yang meneladani kita.
- gaya hidup dan pola hidup. Banyak orang menjalani gaya hidup yang salah sehingga menimbulkan masalah. Kita harus meninggalkan teladan yg benar.
- kerja keras dan kerja rajin. 2 Tesalonika 3:7  "Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu." Mungkin kerjaan kita tidak  menghasilkan milyaran rupiah, tapi dengan etos kerja yg baik, maka etos kerja tersebut akan jadi teladan yang berharga.

4. Janji - janji Tuhan
       
Kita harus memberikan teladan akam janji-janji Allah.

Mazmur 105:8 
"Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan."

Janji Allah diberikan pada seluruh generasi. Protoevangelism, janji Tuhan tertua. Manusia bisa melupakan Jnaji Tuhan, tp Allah tak pernah meningalkan.janjinya. janji-janji ini harus kita wariskan bagi anak-cucu kita. Ingat janji Tuhan. Hidupi janji Tuhan.

Rabu, 25 September 2013

Cintai Bumi, Cintai Sesama, Cintai Kristus

# Hari bumi. Gki tumapel.
*21 april 2013*

Berbicara mengenai lingkungan hidup.
Ada beberapa organisasi pecinta lingkungan :
1. Greenpeace
2. Co2 free
3. Go green save.

Diluar sana ada banyak org yang melakukan ini. Tidak semuanya merupakan orang kristen. Mereka tidak memandang agama.  Mereka berfokus untuk menyelamatkan bumi, tidak fokus pada kalangan tertentu.

Lalu sebagai orang kristen disini sekarang, apa yang sudah kita lakukan sampai saat ini? Apakah kita juga memikirkan keadaan bumi ini?

Kejadian 1:26-31.
Bagian alkitab ini menjelaskan bahwa bumi dan seluruh alam ini  adalah ciptaan Allah, dan klimaksnya adalah penciptaan manusia. Manusia adalah tujuan dan mahkota segala mahluk. Manusia diciptakan Allah dengan sangat istimewa. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Dalam bahasa aslinya, digunakan kata *tselem* (gambar) dan *demut* (rupa). Manusia diciptakan dengan tujuan untuk menjadi seperti Allah. Dengan demikian, maka tugas Allah untuk mengelola bumi juga diserahkan kepada manusia.

Namun sayangnya ayat 28, sering disalahtafsirkan dimana akhirnya muncul pemahaman *banyak anak banyak rezeki*. Padahal tentunya yang Allah minta adalah bertambah banyak secara seimbang, bukan berorientasi pada materi/rezeki, bukan pada keinginan untuk memperkaya diri.

Yang kedua, taklukanlah dan berkuasalah.

Banyak kesalahpahaman pula disini. Manusia jadi sewenang-wenang terhadap alam.

Lalu apa yang bisa dilakukan sekarang?

1. Hemat air.
2. Lolos uji emisi kendaraan.
3. Bersepeda. Namun halangannya adalah pihak lain yg tidak peduli sehingga kita tidak aman.
4. Menggunakan sesedikit mungkin plastik.
5. Hemat menggunakan kertas.
6. Gunakan alat yang reuseable.

Senin, 23 September 2013

Ibadah minggu GBI BETLEHEM | 4 Agustus 2013

Yosua 3:4
"hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya — maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

Ada kalanya dalam hidup ini, kita harus melalui jalan yg belum pernah kita lalui. Sebagai manusia yg belajar dr sejarah dan pengalaman, saat kita sudah berada di titik nyaman dan aman, secara otomatis kita akan berhenti berinovasi dan berhenti melangkah ke depan.

Namun alkitab menyaksikan bahwa beberapa tokoh alkitab berani meninggalkan kenyamanan itu demi Allah.
 1.     Abraham
 2.     Yakub
 3.     Yusuf
 4.     Yosua

Itu semua dapat ditemukan di perjanjian lama.
Sikap hati yang demikian.hanya.bisa didapat jika :
# pandang tabut, ada tongkat, loh batu, manna.

1.   Allah yang terutama.
       kita memahami.bahwa dalam hidup, Allah ada di depan kita, menuntun jalan kita,serta menjadi yang terutama dalam hidup kita.
 2.     Taruh dan pegang perjanjian Tuhan dalam hidup kita. 
 3.     Manna. Hidup cukup. Tidak lebih tidak kurang. Manna adalah pengingat bahwa Allah memyedialan dan menjagai kebutuhan kita. Namun Allah juga bersabda menyuruh kita mengambil secukupnya. Makan pada hari itu.