Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Warisan Bagi Generasi

Ibadah minggu GBI BETLEHEM
6 Oktober 2013
09:45

Amsal 13:22 
"Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar."

Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya.

Warisan seringkali diartikan harta kekayaan yang bersifat duniawi.
Namun warisan jangan dipersempit sebatas itu saja, warisan bisa berupa ilmu, gaya hidup, etika, dan bisa berbentuk apapun.

Warisan sangatlah penting sebab hidup kita ada karena warisan masa lalu. Warisan dari generasi yang ada sebelum kita. Itu sebabnya apa yang kita tinggalkan nanti akan menjadi warisan bagi generasi yang akan datang. Mari kita tinggalkan warisan yang baik, benar, dan besar.

Warisan seperti apa itu?

Alkitab menjelaskan:
1.  Iman

2 Timotius 1:5 
"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu."

Iman adalah yang paling penting untuk diwariskan pada generasi setelah kita. Mengerjakan dan memelihara iman akan menjaga kemurnian iman untuk diwariskan pada generasi setelah kita. 

2. Hidup dalam kebenaran.

3 Yohanes 1:4
"Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. "

Hidup dalam kebenaran adalah buah dari iman. Tanpa adanya warisan pertama berupa iman, maka sangatlah sulit bagi generasi selanjutnya untuk menerima warisan hidup benar ini.

3. Keteladanan

1 Petrus 2:21
"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya."

Satu ons saja keteladanan, jauh lebih baik daripada puluhan kilo perkataan. Keteladanan lebih kuat daripada perkataan.
Lalu keteladanan dalam hal apa? Dalam hal :
- tantangan dalam hidup. Bagaimana respon kita terhadap tantangan hidup, akam menjadi model bagi orang yang meneladani kita.
- gaya hidup dan pola hidup. Banyak orang menjalani gaya hidup yang salah sehingga menimbulkan masalah. Kita harus meninggalkan teladan yg benar.
- kerja keras dan kerja rajin. 2 Tesalonika 3:7  "Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu." Mungkin kerjaan kita tidak  menghasilkan milyaran rupiah, tapi dengan etos kerja yg baik, maka etos kerja tersebut akan jadi teladan yang berharga.

4. Janji - janji Tuhan
       
Kita harus memberikan teladan akam janji-janji Allah.

Mazmur 105:8 
"Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan."

Janji Allah diberikan pada seluruh generasi. Protoevangelism, janji Tuhan tertua. Manusia bisa melupakan Jnaji Tuhan, tp Allah tak pernah meningalkan.janjinya. janji-janji ini harus kita wariskan bagi anak-cucu kita. Ingat janji Tuhan. Hidupi janji Tuhan.

Rabu, 25 September 2013

Cintai Bumi, Cintai Sesama, Cintai Kristus

# Hari bumi. Gki tumapel.
*21 april 2013*

Berbicara mengenai lingkungan hidup.
Ada beberapa organisasi pecinta lingkungan :
1. Greenpeace
2. Co2 free
3. Go green save.

Diluar sana ada banyak org yang melakukan ini. Tidak semuanya merupakan orang kristen. Mereka tidak memandang agama.  Mereka berfokus untuk menyelamatkan bumi, tidak fokus pada kalangan tertentu.

Lalu sebagai orang kristen disini sekarang, apa yang sudah kita lakukan sampai saat ini? Apakah kita juga memikirkan keadaan bumi ini?

Kejadian 1:26-31.
Bagian alkitab ini menjelaskan bahwa bumi dan seluruh alam ini  adalah ciptaan Allah, dan klimaksnya adalah penciptaan manusia. Manusia adalah tujuan dan mahkota segala mahluk. Manusia diciptakan Allah dengan sangat istimewa. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Dalam bahasa aslinya, digunakan kata *tselem* (gambar) dan *demut* (rupa). Manusia diciptakan dengan tujuan untuk menjadi seperti Allah. Dengan demikian, maka tugas Allah untuk mengelola bumi juga diserahkan kepada manusia.

Namun sayangnya ayat 28, sering disalahtafsirkan dimana akhirnya muncul pemahaman *banyak anak banyak rezeki*. Padahal tentunya yang Allah minta adalah bertambah banyak secara seimbang, bukan berorientasi pada materi/rezeki, bukan pada keinginan untuk memperkaya diri.

Yang kedua, taklukanlah dan berkuasalah.

Banyak kesalahpahaman pula disini. Manusia jadi sewenang-wenang terhadap alam.

Lalu apa yang bisa dilakukan sekarang?

1. Hemat air.
2. Lolos uji emisi kendaraan.
3. Bersepeda. Namun halangannya adalah pihak lain yg tidak peduli sehingga kita tidak aman.
4. Menggunakan sesedikit mungkin plastik.
5. Hemat menggunakan kertas.
6. Gunakan alat yang reuseable.