Jumat, 25 Januari 2013

Malaikat TUHAN

Berangkat dari renungan pribadiku pagi ini, aku membaca Hakim-hakim 6:7-24.
Ditengah pembacaan Alkitabku, aku menemukan kata "Malaikat TUHAN" disebut beberapa kali sebagai oknum yang menyampaikan wahyu kepada Gideon.

Sepintas aku memang masih ingat bahwa "Malaikat TUHAN" didalam pasal ini merujuk pada Yesus Kristus, namun aku agak lupa penjelasan yang cukup mengenai itu. Akhirnya aku putuskan untuk sedikit googling dan mencari penjelasan mengenai "Malaikat TUHAN" ini.

Klik demi klik mouse akhirnya menuntunku pada penjelasan "Malaikat TUHAN" dari Dede Wijaya (http://dedewijaya.blogspot.com/), dan aku putuskan untuk memposting penjelasannya yang bagiku cukup singkat namun padat dan jelas.

Dalam Kitab Perjanjian Lama, ada beberapa bagian ayat yang memunculkan kata "Malaikat TUHAN", namun untuk saat ini, kita akan membahas yang muncul di Hakim-Hakim 6:11-24.

Pada bagian ini, "Malaikat TUHAN" menampakkan diri pada Gideon.
Disini Gideon disuruh untuk mempersembahkan daging dan roti untuk "Malaikat TUHAN". Saat itu akhirnya Gideon sadar bahwa itu adalah ALLAH. Menurut cacatan mas Dede, ALLAH Tritunggal saat itu hadir bersama-sama, yang dapat kita lihat melalui adanya kata 'TUHAN' (merujuk pada Allah Bapa), "Malaikat TUHAN" atau "Malaikat ALLAH" (merujuk pada Allah Anak yaitu Yesus Kristus), dan "Roh TUHAN" (merujuk pada Allah Roh Kudus).  Jika ada yang bertanya-tanya tentang Roh Kudus yang dalam perikop ini ada lalu hilang lagi, mas Dede menjelaskan demikian, Ingatlah bahwa: Pada Masa Perjanjian Lama (hingga sebelum Pentakosta), Roh Kudus tidak tinggal tetap dalam diri manusia (Kej 6:3—Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia), sehingga Roh Allah atau Roh TUHAN bisa meninggalkan manusia seperti yang dialami Raja Saul (I Samuel 16:14—”Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul”), Simson atau Samson (Hak 16:20—”TUHAN telah meninggalkan dia”), dan tokoh Alkitab lainnya.


Kesimpulan dari apa yang dimaksud dengan "Malaikat TUHAN" dalam Perjanjian Lama adalah Tuhan Yesus atau Allah Anak dalam bentuk Teofani, yaitu penampakan diri Allah dalam wujud seorang malaikat.

Semoga catatan pengingat kembali ini bermanfaat buat kita yang membacanya.
^_^
GBUs all..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar