Markus 1:29-39
'Fenomena bersaksi' yang dimaksud disini adalah sebuah bentuk formal pemberitaan mengenai penyertaan Tuhan dalam hidup kita.
Seringkali dalam setiap persekutuan dan sebagainya, ada momen-momen dimana peserta persekutuan diminta kesediaannya untuk bersaksi.
Budaya bersaksi ini lebih kental di dalam lingkup gereja-gereja karismatik. Hal ini berdasarkan pada pemahaman bahwa hidup ini adalah lapangan Allah untuk berkarya dalam hidup kita. Bahkan jika kita gali lebih dalam lagi, masih banyak berkat2 dan penyertaan-penyertaan Allah dlm hidup kita.
Namun fenomena spiritual ini tetap harus dicermati dgn hati2.
Seringkali kesaksian tersebut beranjak dr peristiwa yg tidak alami. Seringkali peristiwa yg disaksikan itu diluar kondisi yg umum ki alami.
Contoh adlh kejadian2 spiritual yg menunjukkan perlindungan Tuhan yg luar biasa seperti mobil nabrak kereta api tp orangnya ga mati.
Tapi apakah itu bs jd pembuktian bahwa Allah maha dashyat?
Coba bandingkan dgn keserempet.becak. apakah itu berarti bahwa Allah tidak bekerja dlm hidup kita jika kita tidak mengalami kejadian yg spektakuler?
Sadar ato tidak, jika ini mulai terjadi dlm hidup kita, it means kita uda mulai mengkotak2kan peyertaan Allah dlm hidup kita.
Kita akan terjatuh pd kondisi dimana ada hal2 kecil sperti masuk angin dan keserempet becak, kita menganggap kita mampu mengatadinya..dan bukan krn karya Allah.
Cerita yang tertulis dalam Lukas ini paling tidak memiliki 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
- Kristus dalam Hidup kita. Ayat ini hendak mengatakan bhwa manusia sangat memerlukan kristus dlm hidupnya. Demam dan kerasukan setan, sepertinya lebih menarik utk dibicarakan. Namun persoalannya bukan ttg mana yg lebih keren. Tpi bagaimana sesepele apapun masalah itu, manusia tdk mampu menyelesaikan dgn kekuatannya sendiri.
- Respon. Cerita ini menitikberatkan pada respon thd perjumpaan dengan Yesus. Sikap hidup dan respon yg ppsitif trhadap perjumpaan dengan Allah adalah hal yg terpenting. Apa yang menjadi followup dan tindakan kita yg selanjutnya, itu adalah hal yg terbaik untum kita lakukan. Respon itulah yg utama. Perjumpaan dengan Yesus yg merubah hidup kita adalah hal yg teruta. Tidak ada gunanya jika tindakan kita tidak sesuai dengan iman kita.
Bersaksi memang baik, namun tetep ingat bahwa dalam sebuah kesaksian tentang penyertaan Allah, bukan diri kita yang jadi fokus utama, tetapi bagaimana Allah selalu setia menopang kita.
Tuhan Berkati.
-- GKI Bromo, 5 Februari 2012 --
Tidak ada komentar:
Posting Komentar