Jumat, 24 Desember 2010

Natal : antara akal dan mujizat.. ..

Lukas 1:26-38

Rangkaian keselamatan Allah bagi manusia meliputi kelahiran Kristus, perkembangan Kristus, dan kematian Kristus.

Umumnya, momen dmn seseorang s maksimal dlm melakukan sesuatu dlm hidupx adlh ketika berumur antara 20-30 tahun.
Karya keselamatan Allah dlm Kristus jg trjadi seputar usia itu.

Allah bisa saja membuat Kristus hadir langsung jd pribadi yg drwasa dan sempurna, namun Allah memilih cara yang natural, yaitu melalui kelahiran, perkembangan, dan kematian Kristus.

Seringkali Allah bekerja dalam hidup kita melalui sebuah proses yg masuk akal dan natural/alami. Dan jika Allah bekerja diluar kemampuan akal manusia,, maka Ia berikan mujizat bagi kita..

Biarlah kita rendahkan hati untuk mau menerima kedua cara Allah saat bekerja dalan hidup kita. Akal dan anugerah bekerja berdampingan dalam hidup kita..

Be blessed on this X'mas.. ..

Kamis, 09 Desember 2010

Injil Kerajaan Surga

PD EFOD 10 Des 2010

Apa itu? Dlm ketiga injil sinoptik, injil yg diberitakan adalah injil kerajaan sorga. Dan dalam setiap perintah untuk memberitakan injil ada seruan untuk menyembuhkan, dll.
Injil kerajaan sorga bukan hanya pemulihan pribadi dr dosa, melainkan jg pemulihan smw yg ada d sekeliling org yg dipulihkan.
Berita injil meliputi aspek vertikal & horizontal.

Yesaya 61
matius 28:18-20

Injil Kerajaan Surga

PD EFOD 10 Des 2010

Apa itu? Dlm ketiga injil sinoptik, injil yg diberitakan adalah injil kerajaan sorga. Dan dalam setiap perintah untuk memberitakan injil ada seruan untuk menyembuhkan, dll.
Injil kerajaan sorga bukan hanya pemulihan pribadi dr dosa, melainkan jg pemulihan smw yg ada d sekeliling org yg dipulihkan.
Berita injil meliputi aspek vertikal & horizontal.

Yesaya 61
matius 28:18-20

Rabu, 21 Juli 2010

Rangkuman kelebihan dan kekurangan PMK Philadelphia berdasarkan Tugas Pembekalan Pra CampReg PMK Philadelphia 2010-2011


 

Kelebihan :

  • Sebagai PMK,, memiliki potensi untuk menjadi berkat bagi kampus UB.
  • Tempat sharing firtu n belajar firtu bersama.
  • Tempat belajar melayani Tuhan dan sesama.
  • Kompak.
  • Anggota dan pengurusnya kreatif-kreatif!
  • Berpegang pada Firman.
  • Harmonis.
  • Seru.
  • Senang bersekutu.
  • Bisa membedakan waktu untuk main-main dengan persekutuan
  • Tolon menolong.
  • Pengurusnya Solid (nb: tp cb di cross-check dgn hasil lpj pengurus 2009-2010. -red)
  • Anggota unik dan lucu2.
  • Saling memperhatikan sebagai keluarga.
  • Saling membantu dalam kesusahan
  • Gak ada senioritas, gak pandang junior senior, semua sederajat, bisa menjadi keluarga di kampus yang bisa saling mendorong  & menyemangati untuk melayani demi kemuliaan Tuhan.
  • Kakak-kakaknya baik seperti kluarga sendiri. ( horee.. ^^ aminn… -red.)
  • Memiliki cukup banyak kelompok KTB ±8 kelompok.
  • Memiliki Futsal Club (Phils' United)
  • Acara domba bisa lebih menarik, krn ada sharing, permainan, dll.

 

Kekurangan :

  • Anggota Phils terlalu banyak, sehingga pengurus PMK tidak mampu menjangkau keseluruhan anggota secara maksimal. Terkesan tidak terurus dengan baik.
  • Sasaran visi misi kurang detail. Penjelasan "sarjana Kristen yang sejati" masih belum begitu dimengerti oleh anggota maupun pengurus. Tingkat pemahaman masih rendah.
  • Mahasiswa dari masing-masing fakultas memiliki cara pandang yang berbeda dalam teknis berorganisasi maupun  konsep pembinaan.
  • Intensitas pertemuan sangat terbatas, baik antar anggota (yg hanya di PD dan Domba) ataupun antar pengurus.
  • Ketepatan waktu kegiatan tidak begitu dihargai di Phils. Banyak acara yang selalu molor pelaksanaanya, bahkan acara rutin seperti PD pun masih molor.
  • Anggota Phils yang aktif PD dan Domba hanya sedikit. Angkatan lama mayoritas tidak aktif lagi di PMK.
  • Sistem yang ada selama ini kurang memadai untuk mengajak anggota tetap aktif di PMK.
  • Visitasi pengurus kepada anggota yang sakit atau tidak pernah aktif sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada samasekali.
  • Firman PD kadang gak nyambung karena gak sesuai bidangnya.
  • Kurang PA kepada anggota yang lain.
  • Dalam PD,
  • Sulit mendapat ruangan untuk PD.
  • Sosialisasi kegiatan masih kurang.
  • Kegiatan malam (domba), banyak yang tidak dapat hadir karena harus belajar drmh. Selain itu yang rumahnya jauh juga jadi enggan datang,, apalagi jika cewek sendirian sementara rumahnya di pinggiran malang selatan.
  • Kurangnya pelayanan keluar,, terutama pelayanan kpd masyarakat seputar kampus.
  • Terlalu banyak acara maen-maen,, kurang serius dalam menelaah kekristenan dan mahasiswa. Tidak ada seminar di Phils,, dll.
  • Dalam beberapa kasus masih terlihat individualitas dalam kepengurusan.
  • Meskipun keakraban tinggi,, masih terasa ada kelompok2,, walaupun cm sedikit.
  • Ada angkatan tua yg kurang bisa diatur kalo lg PD. Ada juga yang sombong, NATO.

Rabu, 14 Juli 2010

Dasar penentuan materi pembekalan calon pengurus PMK Philadelphia 2010-2011 Universitas Brawijaya


Untuk menghasilkan pengurus yang memahami visi dan mampu mengakomodasi misi PMK Philadelphia, maka maka penentuan materi pembekalan calon pengurus (CP) didasarkan atas 2 kriteria utama, yaitu kriteria kepemimpinan kristen dan kriteria pemahaman bidang studi di fakultas masing-masing.

Kriteria Kepemimpinan Kristen

( dalam rangka menyiapkan poin-poin pembekalan calon pengurus PMK PHILADELPHIA 2010 – 2011 )

Scr Individu :

1.       Cinta Tuhan à

2.       Memiliki visi pribadi àVisi Misi

3.       Mau bekerja utk mncapai visi à Etos kerja

4.       Ketekunan à Etos kerja

5.       Disiplin à Time Management

6.       Melayani à Pelayanan

7.       Memiliki kemampuan komunikasi yg cukup baik à How to communicate

Secara tim :

1.       Memiliki visi misi kelompok à visi misi

2.       Saling melengkapi à Teamwork + conflict management

3.       Saling mendukung àTeamwork + conflict management

4.       Saling bertanggung jawab à punishment n reward

 

Berdasarkan kriteria individu baik secara individu maupun tim, maka dibuat Rangkuman Pembekalan secara umum ( 6 pertemuan )sebagai berikut :

·         1. Visi Misi = ttg visi pelayanan, visi misi PMK Phils, pelayanan PMK. Persekutuan Pelayana

·         2. Leadership = teladan pemimpin kristen (Personality building ), pmbntukan karakter pemimpin kritiani.

·         3. Etos kerja kristiani

·         4. Time Management

·         5. Teamwork + conflict management

 

 

Kriteria Pemahaman Bidang Studi

 

1.     FMIPA (Matematika & IPA)

 

Matematika

 

Dalam ke-Tritunggal-an, Allah adalah alasan adanya baik kesatuan (unity) dan perbedaan (diversity) pada ciptaan. Ini adalah dasar bagi persatuan dan diferensiasi dalam matematika.

Alkitab mengajarkan pada kita bahwa Sang Pencipta adalah Allah bagi keteraturan.

Saat kita belajar mengenai alam semesta, kita dibuat takjub oleh keteraturan matematisnya. Ciptaan hidup dalam hukum matematis yang mencerminkan karakter dari penciptanya.

Banyak hukum penciptaan yang dijelaskan melalui matematika. Ketika menjelaskan dengan ketepatan yang luar biasa soal alam dan fisika, mahasiswa harus dipimpin untuk mengagumi kecerdasan matematis Allah. Prinsip-prinsip matematika tidak pernah memiliki hasil yang beragam; formula dan persamaan selalu menunjukkan konsistensi yang tanpa cacat. Sebagai konsekuensinya, matematika membantu untuk menyelidiki hukum2 dan pola penciptaan, dmn matematika berperan sebagai alat untuk mempelajari karya kreatif Allah.

 

Mustahil untuk memahami ciptaan tanpa matematilka sebagai pemberian Allah, sebab kita tidak akan memiliki alat untuk mengukur duniaNya. Matematika adalah sebuah alat untuk membantu manusia memerintah bumi dibawah pimpinan Allah. Semua panggilan dalam hidup menuntut perencanaan, perhitungan, dan evaluasi agar dapat melaksanakan tanggung jawab yang diberikan Allah. Matematika memerankan peran penting, baik dalam bisnis, pengobatan, permesinan, seni, sains, dll. Mahasiswa kristen  harus menguasai pemberian yang luarbiasa ini untuk memajukan kerajaan Allah di bumi.

 

IPA

 

Ilmu Alam adalah studi mengenai ciptaan Allah. Fakta bahwa ciptaan bisa dimengerti dengan baik hanya dengan melihat mereka melalui kacamata Alkitab ( Ibrani 11:3). Dengan mempelajari ilmu alam sebagai ciptaan Allah, mahasiswa belajar untuk melihat kekuatan Allah yang luar biasa, keindahan karya tanganNya dan desain yang tercermin dalam setiap ciptaan. Karena ciptaan ada karena kebijaksanaan Allah, dan manusia telah dibuat sebagai bagian dari itu, manusia dipanggil untuk mengerti dan menundukkan alam demi kemuliaan Bapa. Di taman Eden,, Allah menugaskan manusia untuk melaksanakan tugasNya memerintah hewan dan tumbuhan serta memelihara bumi. Dibawah otoritas Allah, manusia harus mengolah, melestarikan, dan mengembangkan setiap aspek dunia untuk kemuliaan Allah. Adam menggapai pendidikan ilmiah ketika ia belajar untuk mengolah tanah, tanaman, dan merawat pepohonan dan sayuran, mempelajari hewan2, dan memberikan setiap hewan sebuah nama yang mendeskripsikan mereka.

 

Memerintah di atas bumi seperti yang Allah perintahkan, mahasiswa harus memperoleh pengetahuan ilmiah yang sistematik dan terorganisir. Dengan mempelajari baik hukum-hukum fisika Allah dan ciptaanNya, mahasiswa akan belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan ini seiring dengan keinginan kudus Allah. Selagi mereka tumbuh dalam pengetahuan mereka dan apresiasi atas setiap penemuan tentang dunia Allah, mereka seharusnya mengakui bahwa YHWH adalah Satu-satunya yang membuat dunia, dan belajar untuk menakklukan alam dan memelihara ciptaan dengan cara yang benar. Untuk melakukan ini, studi ilmu alam harus tunduk kepada Firman Allah. Ciptaan tidak pernah boleh dilihat sebagai sesuatu yang terlepas dari Penciptanya, yang mana manusia bisa mempelajari tanpa referensi dariNya. Jika tidak demikian, mahasiswa bisa jatuh pada jebakan sudut pandang evolusioner dan hal yang salah yang dianggap sebagai pengetahuan.

 

Point" pembekalan MIPA:

1.       Hakekat ilmu [what I'm studying now?/why I'm studying it?]

a.       Apa itu science (>>MIPA)?

b.      BIG UNIVERSE*

                                i.            Nature based science (Physics, Biology, Chemistry) &

                               ii.            Applied science (math, statistics, computer science)

2.       Pola pikir MIPA (sudut pandang dunia)

a.       Dunia sekarang.

b.      Peran MIPA di dunia.

3.       Integrasi iman & ilmu [Alkitab vs Ilmu?]

4.       Pola pikir MIPA (dari sudut pandang Alkitab)

a.       Apa yang bisa kulakukan untuk dunia ini?

 

 

Konvergen:

Allah berdaulat atas alam semesta. DIA BEROTORITAS atas SEGALANYA.

SEMUA HAL dibuat utk memuliakan namaNYA, termasuk alam semesta.

MANUSIA diciptakan sbg wakil ALLAH di dunia utk mengelola bumi (alam) dgn baik utk memuliakan DIA.

ILMU PENGETAHUAN diberikan ALLAH sbg bekal utk mengelola bumi.

 

2.     FIB (Ilmu Budaya dimana bahasa mnjadi unsur utama didalamnya)

 

Culture ( Budaya )

Sudut pandang humanistikmelihat keberadaan budaya hanya sebatas 'ada' untuk pengekspresian diri, kesenangan manusia, dan kesombongan yang egois. Kaum non-kristen menggunakan kebudayaan sebagai sebuah cara untuk memberontak melawan Allah dan kemuliaanNya.

Mereka berpikir bahwa mereka dapat membuat sesuatu yang tidak ada sebelumnya yang benar-benar orisinil. Ketika manusia menciptakan sesuatu, sebenarnya ia tidak benar-benar menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tapi sebenarnya hanyalah menemukan sebuah potensi yang telah ada sejak semula. Dimana penggunaan sesungguhnya menjadi sebuah anugrah dari Allah untuk kebaikan manusia, dimana penyalahgunaannya akan menjadi kutukan bagi kehancuran manusia.

Maka pentingnya penekanan bahwa kebudayaan berasal dari Allah dan untuk kemuliaanNya adalah hal yang mutlak bagi mahasiswa kristen.

 

Language and Literature (bahasa dan sastra aka FIB )

 

Pada mulanya, Allah berfirman dan terjadilah.

 

Ketiga pribadi Allah tritunggal telah saling berbicara satu sama lain dalam kekekalan. Ketika Allah menciptakan manusia sesuai gambarNya, Ia mengaruniakan bahasa pada manusia.

 

Alkitab memberitahu kita bahwa setelah peristiwa air bah, seluruh bumi menggunakan bahasa yang sama. Manusia menginginkan adanya persatuan yang terpisah dari Allah, ketika mereka membangun menara babel. Melihat hal ini, Allah mengacaukan satu bahasa mereka dengan mengubahnya menjadi banyak bahasa dan menyebarkan mereka ke seluruh permukaan bumi.

 

Bahasa berasal dari Allah, dan digunakan untuk kemuliaan Allah. Namun manusia dalam keberdosaan mereka telah menyalahgunakan dan merusak karunia ini. Untuk melihat kembali kegunaan bahasa yang sesungguhnya, kita perlu mempelajari Alkitab. Hanya melalui Alkitablah kita dapat mengetahui mana yang salah dan mana yang benar.

 

Membaca dan menulis adalah skill dasar yang perlu dipelajari oleh seseorang. Tanpa membaca, manusia tidak akan bisa mempelajari Alkitab sendiri. Keahlian2 ini juga adalah merupakan dasar untuk mempelajari semua subyek lainnya dalam terang Firman Allah. Mereka harus diajar untuk membaca, menulis, belajar, dan berpikir berkaitan dengan Firman yang membuat bahasa dan hidup menjadi lebih bermakna. Mereka harus mengembangkan kemampuan berbahasa mereka yang telah Allah berikan hanya untuk kemuliaan Allah saja. Itu sebabnya pengajaran mengenai Phonics (berkenaan dengan bunyi) sangatlah penting. Kemampuan berbahasa tidaklah netral,, tapi harus diorientasikan pada membaca, menulis, dan berbicara tentang kebenaran dalam kasih.

 

Karena bahasa diekspresikan melalui pemikiran, dan pemikiran tidak pernah netral,, semua literatur memiliki sudut pandang religius. Ketika membaca setiap jenis literatur, maka ada pertanyaan yang harus diungkapkan :

apakah pengarangnya seorang kristen atau non-kristen?

Jika bukan seorang kristen, dari sudut pandang religius mana ia menulis?

Yang terpenting, bagaimana  pesan si pengarang jika dibandingkan dengan apa yang alkitab ajarkan ?

 

Mahasiswa kristen harus belajar untuk membaca dan mengevaluasi semua literatur manusia dari perspektif kebenaran Firman.

 

Mahasiswa kristen harus memiliki keinginan untuk membantu sesama mahasiswa bahasa dan sastra tentang sebuah maha karya sastra yang membantu membentuk peradaban barat, pelajaran mengenai sebuah karya yang demikian besar itu dititikberatkan pada Alkitab sebagai buku paling luar biasa dalam sejarah.

Setelah mempelajari Alkitab dengan baik, mahasiswa akan terlengkapi untuk menilai karya pengarang manusia tersebut sesuai dengan kebenaran Firman.

Mahasiswa harus tidak hanya belajar untuk menghargai  karya klasik, tapi juga membedakan karya klasik Kristen dengan karya klasik umum. Warisan karya klasik kristen yang luar biasa akan menginspirasi dan menantang baik dosen maupun mahasiswa untuk mengikut Kristus dengan utuh.

 

Tujuan :

Dengan alkitab sebagai dasar,, mereka mampu mengerti asal muasal budaya. Secara umum, budaya adalah kebiasaan. Kebiasaan berarti hal atau kegiatan yang dilakukan berulang2. kegiatan itu tentu mempunyai tujuan. Namun apakah tujuan itu mengarah kepada kehidupan yang memuliakan Allah?

Berarti dalam melakukan suatu kegiatan, atau berbudaya haruslah dengan tujuan yang benar yaitu memuliakan Allah.

 

Poin2 pembekalan FIB :

1.       Filsafat (sbg dasar Ilmu Budaya ), asal muasal budaya.

2.       Apa itu bahasa ?

  1. Mainstream Culture
  2. Evaluasi bahasa dari sudut pandang Teologi.
  3. Purifying The Purpose of Culture
  4. Analysis on Phonetics
  5. Christian Classic & Contemporer Classic  Literature

 

2.  FISIP ( Ilmu sosial, politik, dan psikologi )

 

Studi Sosial ( sosiologi + komunikasi )

 

Sosiologi Alkitab dimulai dengan keberadaan Allah, Allah yang hidup dan memiliki relasi kekal bersama ketiga pribadiNya yang tercermin dalam keTritunggalan Allah.

Karena Alkitab menekankan kesatuan dan pluralitas Allah sebagai keseimbangan yang sempurna, maka kita bisa mendapati bahwa manusia tidak ditempatkan satu orang lebih tinggi dari orang yang lain. Dengan demikian  hanya Kekriistenan yang memiliki solusi bagi masalah kemanusiaan  sehubungan dengan individualisme dan kolektivisme.

 

Dalam kebijaksanaanNya yang tidak terbatas, Allah menciptakan hubungan sosial yang utama -sebuah "keluarga"- bagi ciptaanNya.

Dari lembaga yang paling dasar inilah seluruh tatanan sosial lainnya dikembangkan sesuai dengan pemeliharaan Allah. Dia mensahkan  negara, gereja, dan keluarga. Setiap lingkaran sosial bertanggung jawab langsung pada Allah dan masing-masing memiliki hak yang harus berfungsi dalam lingkaran otoritas yang diberikan padanya oleh Allah. Koordinasi hak dan tanggung jawab ini telah ditandai dengan jelas di hukumNya yang kudus.

 

Alkitab juga menyediakan fakta sosial yang seharusnya diajarkan. Sebagai contoh, struktur sosial Israel sebagai komunitas perjanjian dalam kitab perjanjian lama mendemonstrasikan tujuan Allah bagi  tiap2 suku, dan membandingkan mereka dengan masyarakat pagan (penyembah berhala). Sebuah presentasi biblika mengenai tatanan sosial diperlukan untuk ditujukan bagi masyarakat yang telah korup saat ini. Hukum alkitab menyediakan tools untuk menganalisa berbagai macam struktur sosial dari berbagai bangsa dan masyarakat yang berbeda.

 

Dengan menganalisa tatanan orisinil Allah dan penyelewengan tatanan tersebut oleh dosa, mahasiswa seharusnya dipimpin untuk melihat pemeliharaan Allah bagi sebuah masyarakat ideal. Apa yang telah dibelokkan oleh dosa dalam tatanan sosial yang telah dibuat Allah, dipulihkanNya oleh anugrahNya. Mahasiswa harus diarahkan pada bagaimana Kristus dan penebusanNya tidak hanya memulihkan hubungan  antara Allah dengan manusia, tetapi, sebagai hasilnya, adalah hubungan sosial yang baik dalam masyarakat, antara pria, wanita, anak-anak, suku-suku, dan bangsa-bangsa. Keluarga Kristen dan komunitas Kristen --gereja-- sudah seharusnya ditampilkan sebagai masyarakat alternatif di tengah kekacauan.

 

Poin2 Ilmu sosial :

1.       Apa itu Ilmu sosial ? : “Sosiologi Alkitab”

2.       Fakta dunia & Ilmu sosial : “Tatanan Sosial”

3.       Integrasi pola pikir : “Alternate Society Relationship:  A Basis to a Better Life”

 

 

 

Pemerintahan ( Ilmu Politik + Hubungan Internasional )

 

Pembelajaran ilmu politik dan politik ( politik aksi ) harus didasarkan pada Firman Allah.

Dalam mempelajari hukum publik dan pemerintahan, kita perlu standar sempurna Allah untuk membedakan antara keadilan dengan ketidak adilan. Sebab pemerintahan publik lah yang membuat undang-undang bagi masyarakatnya, sehingga hal ini berhubungan erat dengan menentukan apa yang benar dan apa yang salah.

Benar dan salah, bagaimanapun juga pasti berhubungan dengan moralitas, dan moralitas adalah hal yang religius. Ini berarti bahwa pemerintahan publik secara natural adalah institusi religius.

 

Kitab perjanjian lama telah menyatakan sistem hukum Allah bagi pemerintahan publik.

Di Gunung Sinai melalui Musa,, Allah memberikan keseluruhan sistem bagi hukum publik dan pemerintahan bagi bangsa Israel. Dalam dua loh batu Kesepuluh Perintah Allah, telah dinyatakan sebuah sistem hukum yang lengkap dengan proses demikian : sebuah sistem pemerintahan federal dengan tiga cabang di tiap level, dan pemisahan kekuasaan dengan sistem checks and balances.

 

Mahasiswa yang mempelajari sistem ini telah memiliki kriteria yang pantas untuk menganalisa pemerintahan manusia baik dahulu maupun saat ini dalam hal strukturnya, hukum-hukumnya, dan kebijakan-kebijakannya. Pengetahuan ini akan menyediakan pemahaman yang diperlukan bagi kecerdasan mahasiswa dalam bidang studinya.

 

Poin2 Ilmu PolHuk :

1.       Apa itu Ilmu PolHuk ? : “Pemerintahan sebagai Institusi Religius”

2.       Fakta dunia & Ilmu sosial : “Sistem Hukum Publik vs Sistem Hukum Allah”

3.       Integrasi pola pikir : “A Fair Legal System”

 

PSIKOLOGI

Integrasi psikologi & Teologi

(resume dari VERITAS   3/2 (Oktober 2002) 255-267; ‘Mencermati perjalanan integrasi Psikologi dan teologi: lajang, nikah, cerai?’ oleh PAUL GUNADI)

 

Untuk menemukan titik temu antara Psikologi dan Teologi, kita dibantu oleh Grounds.

 

V. C. Grounds mendaftarkan sembilan kesamaan diantara kedua bidang ilmu ini:

               

1. Keduanya mempunyai respek yang tinggi terhadap manusia sebagai

    individu yang hidup dan bukan sebagai sesuatu yang abstrak.

Creation2. Keduanya mengakui bahwa faktor-faktor biologis dan psikologis saling

    terkait; baik kekristenan maupun psikiatri mengakui bahwa yang

    subpersonal dan yang nonpersonal mempengaruhi yang personal.

3. Keduanya percaya bahwa perilaku yang neurotik—seaneh dan se-tidak-

    masuk-akal apa pun—tetap mempunyai makna.

               

 

               

4. Keduanya meyakini bahwa kehidupan manusia merupakan suatu proses

    pertumbuhan yang dinamis di mana kedewasaan yang sejati dapat

    terhambat oleh faktor-faktor perkembangan.

Fall5. Keduanya menentang moralisme (kepatuhan lahiriah terhadap aturan

    yang legalistik) sebagai penghambat pertumbuhan yang sejati.

6. Keduanya mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap karakter yang

    bersifat delusif dan proyektif yang tampil dalam aktivitas dan pikiran religius.

7. Keduanya menyadari bahwa konflik emosional bisa merintangi energi

    psikis, yang pada akhirnya menghasilkan keletihan, kekakuan,

    keterkekangan, dan hilangnya kepekaan.

               

 

Redemption               

8. Keduanya menekankan pentingnya kasih dalam kehidupan dan pemulihan.

               

Consumation               

9. Keduanya mengakui pentingnya sikap “mendengarkan” sebagai teknik

    penyembuhan.

               

 

Dalam mengintegrasikan Psikologi dan Teologi, maka kita perlu mendasarinya dengan pola pikir CFRC ( note : ada yang mw tny knp qt pake CFRC?  :-P ).

Dengan demikian kita akan menemukan bahwa :

-          Poin 1 – 3 berbicara soal Creation.

-          Poin 4 – 7 berbicara soal Fall.

-          Poin 8 bicara soal Redemption.

-          Poin 9 berbicara ttg Consumation.

Kemudian, kita akan dibantu J.D.Carter untuk mengintegrasikannya.

Carter menegaskan bahwa integrasi berarti mengintegrasikan psikologi ke dalam teologi. Berikutnya, ia mengkonsepkan integrasi bak sebuah berlian dengan tiga level.

 

1.       Level pertama bersifat abstrak dan konseptual, di sinilah terjadi kajian terhadap asumsi-asumsi yang mendasari pandangan psikologi yang sedang diintegrasikan ke dalam teologi. Bagi Carter, wahyu umum (psikologi) dan wahyu khusus (teologi) tidak bertentangan sebab keduanya berasal dari Tuhan yang satu dan tugas integrasi adalah mendapatkan titik temu diantara keduanya.

2.       Di level kedua, kajian terhadap psikologi dan teologi dilakukan dengan berimbang mengingat keduanya memiliki keunikannya masing-masing. Perbedaan antara keduanya diakui dan dibiarkan apa adanya tanpa harus direduksi menjadi Psychologized Theology atau Theologized Psychology.

3.       Level ketiga, integrasi adalah pengalaman langsung dan perilaku. Menurut Carter, pada level pengalaman langsung inilah psikologi dan teologi (terutama teologi pastoral) bertemu, sebab bukankah kita semua berpikir, berkehendak, merasakan, dan bertindak? Akhirnya, ketiga level ini tidaklah terpisah satu sama lain melainkan membentuk suatu kesatuan yang dinamisdan melibatkan prinsip-prinsip yang melatarbelakangi kedua bidang ilmu ini. Inilah integrasi-dinamis, multidimensional, dan multistrata.

Kita perlu menerima psikologi—dengan berhati-hati. Pilihlah kebenaran umum yang terkandung di dalam psikologi—pisahkanlah dari pendapat umum—sebab kebenaran umum akan melengkapi kebenaran khusus yang terurai di Alkitab.

 

Poin2 pembekalan Psikologi :

4.       Apa itu Psikologi ? : “An Introduction to Psychology”, “Psycho & CFRC ?”

5.       Fakta dunia & Psikologi : “Psychology vs Christian Psychology vs Pcychoheresy”

6.       Integrasi pola pikir : “Integrated  Paradigm in Psychology”

 

 

Penutup

 

Huuuuaaaaahhhhhh….!!!!!!!                ^_^                        Akhirx selesai!!!!!!!!!!!!

 

Perjalanan panjang dalam merumuskan “detail” pembekalan ini akhirnya berakhir..

Terima kasih buat papi JC yg jaga pikiranku sehingga tidak terdistorsi sewaktu aq nggarap resume ini (terutama distorsi pengalihan perhatian oleh mahluk Tuhan yg paling sexy.. @_@ ), sehingga deadline nya Cuma telat sehari doank..

Juga makasih buat semua pihak yang telah mendukung hingga terciptanya rumusan yang belum sempurna ini.

Terutama buat anak2 panitia CampReg yg “memaksa” agar mereka mendapatkan hardcopy rumusan ini karena mereka pgn tahu detail yg jelas, serta mereka sakit mata lek cuma liat tulisan2 yg memusingkan ini dari lepiku tersayang.. ^_^

 

Huahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaaaaaa………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

 

Notes :

-          Telaah Kritis atas resume ini sangat diperlukan oleh sie acara campReg,, jadi adalah keharusan untuk dibaca sungguh2 oleh temen2 panitia yang lain demi kemaslahatan bersama terlaksananya CampReg ini.

-          Telaah Kritis dan Saran Positif harap disampaikan langsung pada co. sie acara dengan sms dahulu via hapenya si co. yang mana nomer hapex uda gk asing lg bagi temen2 sekalian..

Terima kasih – JC bless. .. .