Sabtu, 20 Juni 2009

Keutamaan Kristus a.k.a The Preeminent of Christ Part 2

Hi guys,, ini lanjutan postinganku 2 hari yang lalu. ^_^


2.Dalam hubungannya dengan segala ciptaan dapat dilihat di Kolose 1 : 15b – 17, “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah 
3.diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”

Kolose 1 : 15b “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,”
Kata ‘sulung’ (ing. Firstborn) menunjukkan baik prioritas dalam waktu atau supremasi dalam tingkatan (lih. Ayat 18, Kel 4:22, Mazmur 89:27, Roma 8:29, Ibrani 1:6, Wahyu 1:15). Kristus telah ada sebelum semua ciptaan diciptakan dalam waktu, dan Kristus memiliki otoritas yang melebihi semua ciptaan yang ada. Jika dilihat konteksnya secara keseluruhan (ayat 16-20), penekanan utama adalah pada Kedaulatan-Nya.
Notes: Jika kita meneliti lebih dalam lagi soal kata “Firstborn” secara gramatikal, adalah mungkin untuk menterjemahkan ini sebagai ‘yang pertama dari semua ciptaan’.

Namun secara konteks, ada 5 alasan yang membuatnya mustahil :
(a)Keseluruhan inti dari bagian ini ditujukan untuk menunjukkan superioritas Kristus atas segala hal.
(b)Pernyataan lain mengenai Kristus di bagian ini (seperti ‘Pencipta segalanya’ [1:16], penguasa ciptaan [ay.17], dengan jelas mengindikasikan prioritas-Nya dan superioritas atas seluruh ciptaan.
(c)‘Yang Sulung’ tidak bs menjadi bagian dari ciptaan jika Ia menciptakan ‘seluruh ciptaan’, sebab seseorang tidak dapat menciptakan dirinya sendiri.
(d)‘Yang Sulung’ menerima sembahan dari semua malaikat (Ibrani 1:6) , tapi ciptaan tidak boleh disembah.
(e)Kata Yunani untuk ‘sulung’ dalam hal ini adalah prototokos. Padahal dalam bahasa Yunani, jika Kristus adalah yang pertama diciptakan, kata yang digunakan seharusnya protoktisis.


Kolose 1 : 16 “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Kristus adalah yang memulai ciptaan ( “didalam Dia” ay.16a), gagasan penciptaan berasal dari Dia. Ia adalah Sang Arsitek ciptaan.

Kristus adalah pencipta ( “diciptakan oleh Dia” ay.16b ).Kristus adalah tujuan dari setiap ciptaan ( “untuk Dia” ay.16c ).

Kamis, 18 Juni 2009

Keutamaan Kristus a.k.a The Preeminent of Christ Part 1

Salah satu bagian isi surat Paulus kepada Jemaat di Kolose adalah mengenai Keutamaan Kristus. Alkitab menyebutkan bahwa saat itu di Kolose terdapat pengajaran sesat yang menyerang jemaat Kolose. Pengajar-pengajar sesat bermunculan dan memberikan pengajaran yang bertujuan untuk menjatuhkan Kristus.

Buat temenxx yang lagi ber-KTB dan sedang membahas buku Ketuhahan Kristus, maka postingan ini bisa dijadikan salah satu referensi untuk menambah informasi. ^_^

Aq menuliskan pemahamanku ini setelah membaca dari sebuah buku berjudul “ Dr. Constable’s Notes on Collossians “.

Q jg membagi postingan ini menjadi 3 bagian. Sebenarnx sih cm krn alasan pembagian waktuq ketika menulis aj sih,, hehe..bkan krn ada sumthin’ kenapa gt. . . 0_0

So,, let’s get into it..

. . .

  • Keutamaan Kristus (Kolose 1 : 15-20)

Pada bagian ini Paulus menunjukkan mengapa Kristus adalah yang utama. Disini Paulus mendeskripsikan bahwa Yesus Kristus memiliki keutamaan dalam 3 jalinan hubungan : dengan ketuhanaannya, dengan ciptaan, dan dengan gerejanya.

  1. Dalam hubungannya dengan Bapa, Paulus menuliskan sebagai berikut “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, … “ (Kolose 1 : 15a).

Konsep ‘gambar’ melibatkan 3 hal, yaitu kesamaan (Kristus benarxx sama dengan Allah, bayangkan gambaran dalam cermin), representasi (Kristus mewakili Allah bagi kita), dan manifestasi ( Kristus membuat Allah dapat diketahui & dimengerti oleh kita [lih. Yoh 1 : 18] ). Ketika Allah menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa Allah (Kej. 1 : 27) ,, Kristus adalah gambar dan rupa Allah ( Yoh. 14:8-9; 2 Kor. 4:4).

Ini adalah postingan bagian pertama,, next post will be published on June 20th. ^_^

Be Blessd All. . .

Sabtu, 07 Februari 2009

Honor

Amsal 3:35  

Orang bijak akan mewarisi kehormatan,....

Orang bijak sama seperti orang biasa sebelum mereka disebut demikian sebab Allah telah memberikannya anugerah, dan kemuliaan. Orang 'bijak' adalah mereka yang memang seperti itu, tapi bukan secara natural, kebangsaan, atau dugaan, atau karena mereka mengerti soal alam, soal masyarakat, atau hal-hal religius yang spekulatif; tapi orang 'bijak' adalah mereka yang bijak dalam pengertian spritual, yang bijak mengenai keselamatan; yang mengenal dirinya sendiri, natur mereka yang berdosa, ketidakmampuan mereka untuk melakukan apa yang baik; mereka yang sadar akan sakit penyakit jiwa mereka, kemiskinan spiritual mereka, dan kebodohan besar mereka dan ketidaktahuan akan penghormatan bagi natur spiritual; yang mengenal Kristus, dan penyalibanNya, jalan damai, pengampunan, kebenaran, dan keselamatan oleh Dia; yang menetahui Dia, tak hanya sekedar memikirkan, tapi juga berpegang padaNya soal keselamatan; yang bersandar hanya padaNya sebagai pondasi yang teguh, dan hanya bagi Dia kemuliaan; dan semua orang yang memiliki pengetahuan tentang injil yang baik, dan mengalami kebenarannya.
Sekarang semuanya akan 'mewarisi kemuliaan'; bukan kemuliaan dunia ini, atau kehormatan diantara orang di dunia, tapi kemuliaan yang kekal, dimana Kristus sendiri ada disana, seperti yang telah Bapa berikan kepadaNya. 


tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.
 
Bukan bodoh secara naturnya, namun dalam pengertian religius; mereka yang tidak mengenal dirinya sendiri, maupun akan jalan keselamatan; mereka yang mengolok-olok atas dosa, dan mencemooh agama: orang-orang seperti inilah yang akan mendapat malu dan mendapat bagian mereka dibawah kemuliaan dalam hukuman kekal.

^_^

Ketika Allah menginspirasi Salomo untuk menulis Amsal ini,, Salomo memang diberi kapasitas untuk memikirkan apa akibat yang ditimbulkan oleh hal yang bernama "kebijakan" di dalam kehidupan manusia.
tulisan Salomo yang sarat akan pengajaran moral ini adalah bagian hidupnya yang diberkati dengan 'kebijaksanaan' oleh Allah..

Betapa bahagia bukan jika kita juga mengalami hal yang serupa?
^_^

Be blessed always..


Rabu, 28 Januari 2009

Hati & Pikiran

Mengikut Kristus berarti menyediakan seluruh hidup kita bagi Allah.

Bukan hanya sekedar terlibat aktif di gereja maupun komunitas kristiani, namun jauh lebih dalam dari itu dimana melibatkan inti dari insan manusia itu sendiri, dimana hati dan pikiran merupakan dasar bagi segala laku manusia.

 

Prenz,, seberapa sering sih kita memikirkan soal seberapa penting masalah "hati dan pikiran" ini ini bagi Allah ?

Beberapa waktu yang lalu kakakq memberikan beberap ayat yang menunjukkan seberapa dalam Allah bicara soal hati dan pikiran.

 

Now, let's check it out!!

 

  • Amsal 4:23

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

 

Hati bicara soal pikiran2 kita, keinginan, dan afeksi. Hati adalah sumber segala kebijaksanaan dan sumber segala hal yang mempengaruhi kehidupan. Setiap perbuatan dan sikap yang kita tunjukkan kepada orang lain merupakan wujud nyata isi hati kita yang dibantu pleh koordinasi pikiran.

 

  • Filipi 4:8

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. "

 

Paulus menekankan pada jemaat di Filipi bahwa setiap apa yang telah mereka dengar, baik itu kotbah2 maupun pengajaran2 yang telah ia berikan, hendaknya mereka terima dengan iman. Demikian pula dengan setiap perkataan positif dan perbuatan baik yang telah dilakukan oleh Paulus dapat dijadikan teladan dalam kehidupan umat percaya, sehingga damai sejahtera Allah ada dalam kehidupan umat yang percaya, tidak hanya damai-Nya tapi Allah sendiri yang ada dalam setiap murid Kristus.

 

  • 1 Petrus 4:7

" Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. "

 

Segala sesuatu yang ada di muka bumi sudah mendekati kesudahannya, segala kenikmatan dan penderitaan, benar dan salah, baik dan buruk, semua akan segera berakhir. Hendaknya kita terus berdoa dan ada dalam kesabaran dalam segala sesuatu.

 

  • Galatia 5:22-23

"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. "

 

Kasih - sebagai akar dari yang lainnya. Kelembutan - kepada setiap orang; terutama bagi mereka yang tersingkir dan orang jahat. Kebaikan - dalam bahasa Yunani-nya memiliki arti lembut, indah, baik, dan tulus dalam setiap perkataan dan perbuatan.

 

  • Roma 12:2

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

 

'Tidak menjadi serupa dengan dunia' memiliki arti bahwa setiap sikap, semangat, maupun penilaian kita terhadap sesuatu  tidak seperti sudut pandang dunia, melainkan berpusat pada kehendak Allah. Kehendak Allah ada di dunia untuk dimengerti oleh setiap bagian pengertian Kekristenan, dimana di dalamnya terdapat kebaikan yang luar biasa, diterima oleh Allah, dan sesuai dengan natur yang kudus.

 

 

That's it Prenzz,, beberapa ulasan soal  hati dan pikiran..

^_^

May these all be ur things 2 keep…

 

Be blessed 4ever…!!!!

Sabtu, 24 Januari 2009

"Hal Mengikut YESUS"



Lukas 9 : 57-62

Murid= meneladani kristus, mengikut ajaran kristus.

3 macam orang yang mau mengikut Yesus :

 

  1. Ahli taurat, ia mengetahui siapa Kristus. Berangkat dari latar belakang dan siapa ahli taurat itu, biasanya ahli taurat itu suka dihormati dsb. Namun Yesus mengetahui isi hati org tersebut sehingga  Yesus tidak langsung meng-iya-kan, tapi justru menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh orang yang mengikut Yesus.
  2. Murid-Nya, ia mau mengikut Yesus, tapi lebih memprioritaskan hal yang lain. Bisa juga dia menggunakna alasan tersebut untuk menghindar dari ajakan Kristus. Maksud Yesus ketika bilang "biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka." adalah pada penekanan bahwa 'orang mati=orang berdosa (bagi yahudi)', biarlah mereka melakukan apa yang memang harus mereka lakukan, sedangkan pengikut Yesus adalah org hidup, dan mereka harus mengabarkan injil. Bahkan dalam taurat pun dikatakan Kasihilah Tuhan Allahmu, lebih dulu dari hormatilah kedua orang tuamu.
  3. Orang yang hatinnya bercabang untuk mengikut  Yesus. Ia lebih berat pada keluarganya. Hal ini juga mengindikasikan bahwa ia takut meninggalkan keluarganya. Pendapat lain juga bicara soal keterikatannya dengan keluarganya.

Lalu apa bedanya dengan Elisa? Dia juga minta ijin dan lalu mengikuti Yesus.

Perbedaan pada urutannya,

Lalu apa maksud respon Yesus? Jangan menoleh kebelakang, jangan takut, jangan bimbang soal keluargamu, sebab Allah yang memelihara.

Dari ketiga orang tersebut terdapat perbedaan soal cara mereka dipanggil.


    Prinsip dasar tentang mengikuti Tuhan Yesus :

  1. Mengikut Yesus itu tidak mudah. Banyak hal yang jauh dari menyenangkan, jadi jika salah memiliki motivasi  (seperti ingin populer dsb,) maka kita akan tersingkir. Dan perlu diingat bahwa motivasi yang utama adalah kasih akan sesama. Dan tujuan akhir dari semuanya adalah kemuliaan Allah.
  2. Mengikut Yesus adalah Prioritas. Yang utama tetap Tuhan. Panggilan Tuhan adalah yang utama.
  3. Mengikut Yesus memerlukan ketetapan hati. Sebab jika melayani tapi kita masih teteap terikat oleh hal yang lain selain Kristus, maka tidak ada artiniya menjadi murid.
  4.  

     

 

Saat ini, keadaan orang kristen yang kita lihat dalam kehidupan memiliki beragam motivasi dalam mengikut Yesus, tidak jarang orang kristen ingin mengikut Yesus karena mengharapkan kesembuhan, kekayaan, ketenangan hidup. Namun hendaknya kita kembali berkaca untuk melihat kembali apa sih sebenarnya motivasi kita dalam mengikut Yesus. Sebelum kita tulus mengikut Yesus untuk mengasihi sesama, maka masih banyak hal yang perlu kita pelajari dan teladani dari Kristus untuk menjadi seperti-Nya.

 

Kamis, 08 Januari 2009

Umat yang Dimerdekakan

Yesaya 53:1-12

ayat 1
Para nabi menunjukkan bahwa hanya sedikit yang akan menerima kotbah mereka tentang Kristus, dan pembebasan mereka oleh Dia.
Hal ini berarti pula bahwa tidak seorangpun dapat percaya kepada Kristus kecuali mereka yang hatinya telah disentuh oleh Roh Kudus.

ayat 2
Permulaan Kerajaan Kristus hanya segelintir umat saja dan terlihat hina dimata orang, tapi kerajaan tersebut akan tumbuh secara luar biasa dan berkembang dihadapan ALLAH.

ayat 3
Kristus yang diberikan Allah bagi kita samasekali tidak kita hiraukan, Ia menjadi bahan ejekan, serta hinaan. Bagi kita ia bukan apa-apa dan tidak ada artinya samasekali.

ayat 4
Itu adalah hukuman atas perbuatan dosa yang telah kita lakukan, sehingga Ia menderita. Sementara kita menghakimi dengan jahat, berpikir bahwa hukuman yang iIa terima adalah karena kesalahanNya sendiri, bukan karena kita.

ayat 5
Kristus secara sukarela telah bersedia menanggung segala dosa kita dan menyembuhkan, seerta mendatangkan keselamatan bagi kita.

ayat 6
Kita semua (umat manusia), telah tersesat dari Allah. Telah berdosa dan mengiktui jalannya sendiri, sebab manusia telah menurunkan dosa pada keturunannya dan kita pun terlahir dengan mewarisi dosa tersebut.
Namun Tuhan telah menebus dosa tersebut sehingga kita tidak perlu menanggungnya melainkan kita dapat terbebas dari hukuman. Tidak tenggelam dalam kegelapan.

ayat 7
Kristus tetap tunduk pada otoritas Allah sehingga Ia membiarkan diriNya tereaniaya dan menanggung segala sesuatu yang telah Bapa perintahkan padaNya.

ayat 8
Walaupun ia telah mati bagi dosa-dosa manusia, setelah kebangkitannya, ia akan hidup selamanya dan kematiannya tersebut akan memberi hidup bagi pengikut-pengikutnya.

ayat 9
Bapa menyerahkannya kepada kejahatan di muka bumi, dan membiarkan kekuatan di bumi melakukan apa yang mereka mau padanya.

ayat 10

Kristus, dengan cara menyerahkan dirinya pada Gerejanya, maka gereja akan hidup selamanya.

ayat 11
Inilah buah dan efek dari pengorbanannya, yaitu karya keselamatan bagi Gerejanya.

ayat 12
Karea ia merendahkan dirinya, maka kemuliaan akan datang padanya.

Yaitu, bagi mereka semua yang mengasihinya... 

Rabu, 07 Januari 2009

Yang Terbaik

Pengkotbah 9 : 10-12

Pernahkah kita berpikir sejenak tentang semaksimal apa sih kita dalam mengerjakan sesuatu?
Selama ini, apakah kita telah mengerjakan segala sesuatunya dengan baik dan maksimal?
Dalam Pengkotbah 9:10-12, kita akan sedikit belajar mengenai melakukan yang terbaik...


Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan (Pengkotbah 9:10)  
Ada beberapa hal yang perlu diketahui sehubungan dengan ayat ini, yaitu Apa, Bagaimana, dan mengapa manusia melakukannya .

I. Apa yang perlu dilakukan di dunia ini?

  1. Berpaling dari dosa.
  2. Bertobat.
  3. Merasakan kehadiran Allah.
  4. Membaca Alkitab.
  5. Berdoa.
  6. Percaya pada Kristus, yang telah ada dalam hatimu.
  7. Mencari karunia Roh.
  8. Menghasilkan buahnya yaitu :
    (1) Pertobatan,
    (2) Iman; dan
    (3) Roh Kudus.
  9. Hidup untuk mendapatkan kebaikan. 
  10. Dan melakukan kebaikan.
  11. Dan mengarahkan semua tujuan dan tindakan ke arah kekekalan.

II. Bagaimana seharusnya ini dilakukan?

  1. Yakinlah sepenuhnya akan betapa perlunya ini untuk dilakukan.
  2. Putuskan untuk sungguh2 melakukan atas dasar apa yang telah kita yakini.
  3. Kemudian lakukanlah dengan seluruh kekuatanmu; gunakan seluruh kemampuanmu untuk menjauhi kejahatan, menyesali dosa, dll.

III. Mengapa ini harus dilakukan?

  1. Karena kita adalah orang yang sekarat.
  2. Kita semua akan berakhir di kuburan.
  3. Ketika kita meninggalkan hidup ini, masa percobaan kita, dengan semua keuntungannya, berakhir selamanya.
  4. Jika kita mati dalam dosa, dimana Allah tidak datang untuk menyelamatkan kita.

Maka,

  1. Semua hal yang kita lakukan adalah sia-sia;
  2. Tidak ada alat yang dapat menyelamatkan kita dari penghukuman;
  3. Tidak ada pengetahuan yang mampu menolong; dan,
  4. Tidak ada kebijaksanaan- pemulihan gambar dan rupa Allah, di dalam kubur dimana kita akan pergi. Oleh sebab itu, kerjakanlah selama kita masih bisa menyebut saat ini 'hari ini'.


Manusia tidak tahu kapan ia akan mati, sebab hanya Tuhan yang membawa hal tersebut kehadapan manusia. bisa jadi saat mereka makan, atau bahkan pada saat mereka sangat tidak 
waspada. ( Pengkotbah 9:12 )


GOD bless us all...
^_^

Selasa, 06 Januari 2009

Kebiasaan yang Efektif

Dan 6:11  

Berbicara soal kebiasaan yang, setiap orang pasti memiliki baik itu kebiasaan baik maupun buruk. Namun sebagai insan yang diciptakan serupa dan segambar denga rupa Allah, kita diberikan akal budi untuk menentukan mana yang baik untuk dlakukan dan akan menjadi kebiasaan yang menentukan kualitas hidup kita.

Daniel memiliki kebiasaan berdoa 3 kali sehari. Dalam bagian kitab ini, dikisahkan bahwa pejabat2 lain yang iri padanya berusaha menjatuhkannya (Dan 6:6).

Pada ayat 11, kita ada beberapa hal yang harus kita garis bawahi, yaitu :

  1. Daniel mendengar bahwa surat perintah itu telah dibuat. ini berarti kesempatan Daniel untuk menasihati raja perihal surat tersebut telah tertutup.
  2. Daniel pergi ke kamarnya. Ini adalah tindakan Daniel untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang tidak memuliakan Allah.
  3. Daniel membuka tingkap-tingkap tempat berdoa di atas atap kamarnya. Dalam versi King James: ' windows bieng open=dibuka, kata kerja aktif, bukan pasif', ' chamber=tempat berdoa org yahudi yang mengarah ke yerusalem'. Org Yahudi yg berada jauh dari Yerusalem memiliki tradisi untuk melihat ke arah Yerusalem dimana tahta Allah berada, sehingga penglihatan surgawi mengalihkan perhatiannya dari pikiran2 duniawi.
  4. Berlutut 3 kali sehari. Berlutut menunjukkan sikap hati seorang hamba. 3 kali sehari adalah kebiasaan berdoa orang Yahudi, yaitu pukul 9 pagi, 12 siang, dan 3 sore. Bandingkan dengan Dan 9:21; Kis 2:15; Kis 10:9; Kis 3:1; Kis 10:30.
  5. Berdoa dan memuji Allah.
  6. Seperti yang biasa dilakukannya. Kebiasaan Daniel untuk menyembah Allah tidak dapat dihalangi sekalipun oleh titah raja.

Kebiasaan yang baik dan positif (dengan kata lain kebiasaan efektif) yang Daniel perlihatkan adalah sebuah wujud ketaatan yang membawa kepada hidup yang berkemenangan baik secara spiritual maupun jasmani.